Kamis, Juni 30, 2022

Wisata Alam Air Terjun Sikulikap Berastagi Sejuk Dan Menyimpan Ribuan Tumbuhan Yang Berkhasiat

Must Read

Nusanews.tv-Berastagi | Taman Wisata Alam Air Terjun Sampuren Sikulikap yang terletak di lembah perbatasan Karo Deliserdang, persisnya di bawah Penatapen Desa Daulu Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo Propinsi Sumatera Utara rame dan padat dikunjungi orang setiap harinya, apalagi terutama dihari minggu dan hari libur besar lainnya.

Lokasinya tidak jauh, sekitar kurang lebih 500 meter dari pintu masuk yang tepatnya dari gapura perbatasan Penatapen Jalan Jamin Ginting Desa Daulu Karo ini, yang cukup mengasikkan karena daerahnya masih alami sejuk dan nyaman,Eksotis,Akses dan Destinasi.

Wisata Alam Air Terjun Sikulikap atau yang sering dan dikenal Sampuren Sikulikap ini dibuka sejak akhir tahun 2018 dengan luas areal sekitar 12 Ha. Dimana lokasi ini, sudah padat dikunjungii karena sudah banyak memiliki fasilitas fasilitas seperti lapangan parkir cukup,pondok pokdok santai, restouran, fhotoselvi, tempat camping dan kemah, (Junglo Trek), panjat tebing, jalan setapak dan ayunan anak serta tempat tempat duduk yang mengarah panorama yang indah. Namun.

Walaupun padat dan banyak dikunjungi, wisata alam Air terjun Sikulikap ini tetap mengarah dan mematuhi protokol kesehatan (prokes) yang telah ditegaskan managernya, Kristian Ginting,S.Hut. Bagi pengunjung yang masuk ditetapkan wajib menggunakan masker, msncuci tangan dan menjaga jarak.

Jalan kelokasi sedikit agak sempit namun sudah di paping blok, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat bebas untuk masuk sampai lapangan parkir. Jika kita sudah masuk pasti ingin kembali untuk yang kedua kalinya karena didalam hutan tersebut selain asri dan nyaman kita dihibur oleh suara burung berkicau dan satwa satwa lainnya sambil dihembus oleh angin yang dingin.

Udara sejuk menerpa dan menusuk badan hingga segar untuk dihisap paru, namun tak terasa 15 menit telah sampai di depan Air Terjun Sampuren Sikulikap persisnya dibawah lokasi jagung bakar penatapan Berastagi.

Air Terjun Sikulikap ini sangat dingin, tapi ntah kenapa kita diikut arus kepingin langsung mandi karena pancaran pancaran uapan air spontan mengenai tubuh kita. Namun sayang air terjunnya belum dapat kita mandikan karena lokasinya belum memadai untuk tempat mandi.

Ketinggian Air terjun sikulikap ini mencapai lebih kurang 30 Meter dengan mengeluarkan air deras yang datang dari Ekosistem Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan Berastagi sehingga langka untuk dilihat.

Ardian Surbakti,SE selaku Directur pengelola yang didampingi manager,Kristian Ginting,S.Hut kepada Nusanews.tv Jumat,(21/05/2021) dilokasi Restouran mengatakan bahwa pada awalnya saya ke hutan air terjun sikulikap ini datang hanya iseng membuat kegiatan hiburan memancing di aliran sungai Kulikap.Dimana jalannya pun dulu masih kopak kapik sulit untuk dilalui, longsor dan sampah dimana mana hingga terkesan lokasi ini jorok dan tercemar.

Seringnya mengadakan kegiatan memancing dilokasi, membuat timbul dibenak Surbakti bahwa banyak sekali potensi wisata yang ada di tanah Karo yang mana termasuklah diantaranya air terjun sikulikap.

Atas dasar ini, Ardian Surbakti,SE selaku putra daerah yang juga jebolan dari universitas IPB bersama beberapa temannya sesama alumni berembuk dan membentuk kepengurusan PT yang berbadan hukum guna alat permohonan ijin ke Dinas Kehutanan Propinsi melalui UPT Tahura Bukit Barisan Berastagi.

Dengan melalui kelompok yang telah berijin ini maka hutan diseputaran Air terjun sikulikap seluas lebih kurang 12 ha ini, sudah dapat kita gali untuk dijadikan sebagai objek wisata yang handalan nantinya di Tanah Karo.

Saya selaku putra daerah merasa terpanggil untuk mengelola wisata hutan sikulikap ini, karena sikulikap ini sangat berpotensi dijadikan sebagai.objek wisata atas dukungan alamnya. Jika ini dikelola dengan baik maka sektor pariwisata dan sektor lainnya akan naik sehingga prekonomian masyarakatpun akan meningkat serta PAD daerah pun akan bertambah.

Disamping sektor wisata, lokasi ini juga masih banyak tersimpan ekologi ekologi tanaman dan tumbuhan yang belum diketahui oleh masyarakat sehingga berbagai ragam hayati dan ribuan vegetasi tanaman serta satwa dapat kita kenalkan serta untuk dijadikan sebagai bahan penelitian pendidikan sambil mengangkat jempolnya kearah pohon yang telah diberi namanya.

Untuk itu Ardian Surbakti,SE menghiimbau kepada semua lapisan baik instansi pemerintah , swasta maupun masyarakat agar saling mendukung dan tidak saling menjatuhkan. Pihak Pemerintah dari sisi aturan dan bantuan sedangkan masyarakat dari sisi sosial dan budaya agar tercipta ‘Tidak membuang sampah dengan sembarangan”, karena pariwisata Ini bukan produksinya yang kita jual tapi suasananya tambah Surbakti menghakhiri.
(Samiran Ketaren/Esron Sembiring)

PERHATIAN………….!!!

REDAKSI Nusanews.tv MENGHIMBAU AGAR KITA TETAP MEMATUHI PROTOKOL KESEHATAN (PROKES) GUNA MENGANTISIFASI PENYEBARAN VIRUS COVID- 19 INGAT……….!!! 3M, Memakai Masker………. Menjaga Jarak……….. Mencuci Tangan……..

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Desa Sibolangit akan berbenah diri untuk mewujudkan menjadi desa wisata di Kabupaten Deli Serdang

Nusanews.tv,Deli Serdang - Setelah usai acara pengambilan sumpah/janji jabatan dan pelantikan kades oleh Bupati Del Serdang H. Ashari Tambunan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img